KATA PENGANTAR
Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah
SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya sehingga penulis dapat
menyelesaiakan laporan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) ini. Selawat beriring
salam kita sanjungkan kepangkuan Nabi besar Muhammad SAW yang telah membawa
kita dari alam kebodohan sampai ke alam yang penuh ilmu pengetahuan.
Kegiatan PPL ini penulis laksanakan di SMA Negeri
1 Peusangan Siblah Krueng mulai tanggal 18 September 2013. Kegiatan PPL ini
merupakan sarana latihan untuk mengembangkan dan melatih profesonalisme
mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan pembelajaran dan siap menghadapi dunia
pendidikan yang sesungguhnya. Selain itu, PPL juga merupakan salah satu
persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan.
Keberhasilan penulis dalam menyusun
laporan ini tidak terlepas dari bantuan dan bimbingan semua
pihak yang memberikan dukungan baik secara moril maupun secara materil dari
berbagai pihak, sehingga pada kesempatan ini penulis bermaksud
untuk menyampaikan Jazakumullah khairan Katsiraan yang sebesar-besarnya kepada Bapak Drs. Jamaluddin. selaku Kepala SMA Negeri 1
Peusangan Siblah Krueng, Ibu Maida Saputri, S.Pd. selaku guru pamong dan Ibu
Aisyah AR, M.Pd. selaku supervisor. Selanjutnya, terima kasih juga penulis
ucapkan kepada seluruh dewan guru, staf dan siswa SMA Negeri 1 Peusangan Siblah
Krueng yang telah membantu penulis dalam melaksanakan kegiatan PPL ini sehingga
dapat terlaksana secara optimal.
Besar harapan penulis, dengan adanya
laporan ini, dapat memudahkan penulis dalam melakukan evaluasi keberlangsungan PPL
sebagaimana yang diharapkan, sehingga tulisan ini bisa menjadi pedoman untuk
pembaca dan dapat memberikan manfa’at.
Penulis menyadari sebuah tulisan pasti tidak jauh dari kesalahan dan
kesilapan. Oleh karena itu segala kritikan dan saran dari pembaca akan penulis
terima dengan lapang dada.
Akhirnya kepada Allah SWT penulis
menyerahkan diri, semoga Allah SWT
mengampuni segala kesalahan dan
memberi Kenikmatan kepada penulis dan pembaca . Aamiin ya Rabbal’alamiin
|
DAFTAR
ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ............................................................................. i
DAFTAR ISI ............................................................................................. iii
DAFTAR TABEL .................................................................................... iv
DAFTAR GAMBAR ............................................................................... v
DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................ vi
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................ 1
1.1 Latar Belakang ......................................................................... 1
1.2 Tujuan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) ........................... 2
1.3 Manfaat Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) ......................... 2
BAB II GAMBARAN UMUM SEKOLAH ........................................... 3
2.1 Sejarah Sekolah ........................................................................ 3
2.2 Struktur Organisasi
Sekolah ...................................................... 3
2.3 Keadaan Fisik Sekolah .............................................................. 4
2.4 Keadaan Lingkungan Sekolah .................................................. 4
2.5 Fasilitas Sekolah ........................................................................ 6
2.6 Fasilitas Belajar ......................................................................... 7
2.7 Kurikulum Sekolah ................................................................... 7
2.8 Pretasi Akademik ...................................................................... 8
BAB III HASIL TEMUAN PPL
DAN PEMBAHASAN ..................... 9
3.1 Hasil Temuan Dalam PPL ......................................................... 9
3.2 Pembahasan ............................................................................... 10
3.3 Analisa Kasus Dan Pemecahannya ........................................... 11
BAB IV PENUTUP .................................................................................. 14
4.1 Kesimpulan ............................................................................... 14
4.2 Saran.......................................................................................... 15
DAFTAR
PUSTAKA .............................................................................. 70
LAMPIRAN
DAFTAR TABEL
Tabel
Halaman
2.1 Daftar Keadaan Ruangan ..................................................................... 4
2.2 Daftar Keadaan Guru ........................................................................... 5
2.3 Daftar Keadaan
siswa/i ......................................................................... 5
2.4 Daftar Peminjaman Buku ...................................................................... 7
DAFTAR GAMBAR
Gambar
Halaman
2.1 Denah Sekolah ...................................................................................... 22
2.2 Struktur
Organisasi .............................................................................. 23
2.3 Foto Gedung Sekolah ........................................................................... 57
2.4 Foto Ruang Praktik ............................................................................... 58
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran Halaman
1.
Lembar
Observasi Dan Orientasi Keadaan Sekolah ............................. 24
2.
Lembar
Observasi Kegiatan Pembelajaran ............................................ 28
3.
Perangkat
Pembelajaran ........................................................................ 41
4.
Daftar Hadir
Mahasiswa PPL ............................................................... 56
5.
Jumlah
Kegiatan Harian ........................................................................ 64
6.
Foto Kegiatan
PPL ............................................................................... 65
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang sangat
penting untuk mengembangkan kepribadian pada anak secara bertahap dan dapat
menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Perkembangan sumber daya
manusia itu disesuaikan dengan bakat, minat dan potensi dibidang yang ditekuni
masing-masing serta mencapai tujuan yang dilakukan dengan proses.
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan salah satu syarat yang wajib dipenuhi
oleh mahasiswa untuk memenuhi persyaratan meraih gelar kesarjanaan. Universitas
Almuslim dalam hal ini memenuhi tugas-tugas untuk mendidik setiap mahasiswa
yang diterjunkan ke lapangan agar memperoleh kesatuan antara teori dan praktik
yang diperoleh dikampus dan lapangan.
Syarat bagi mahasiswa sebagai calon guru adalah
diwajibkan untuk mengikuti Praktik
Pengalaman Lapangan (PPL). Untuk mendapat pengalaman langsung di lapangan baik dari segi ke
sekolah maupun pada kegiatan belajar mengajar berlangsung. Dengan adanya Praktik Pengalaman Lapangan
(PPL) ini diharapkan nantinya mahasiswa dapat melaksanakan pengalaman praktik
di setiap sekolah yang dituju.
Dalam mencapai hal tersebut maka Universitas Almuslim mewajibkan kepada setiap
mahasiswa untuk melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan
(PPL) disetiap sekolah di luar Universitas Almuslim. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) berlangsung di SMA
Negeri 1 Peusangan Siblah Kreung yang dimulai pada tanggal 18 September sampai dengan 04 Januari 2013. Adapun tujuan yang
diharapkan setelah PPL adalah agar mahasiswa dapat melatih kemampuan dan
penerapan secara langsung ilmu yang pernah didapat selama kuliah di Universitas
Almuslim.
1.2 Tujuan
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL)
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) bertujuan agar mahasiswa memiliki wawasan tentang beberapa aspek
kelembagaan sekolah serta unsur-unsur penunjang pendidikan sebagai persiapan
menghadapi tugas-tugas kependidikan di luar tugas mengajar bidang studinya.
Adapun tujuan lainnya adalah agar mahasiswa sebagai
calon pendidik memiliki kompetensi dalam melaksanakan proses belajar mengajar
berdasarkan bidang studinya masing-masing serta mampu menyelesaikan tugas-tugas
kependidikan lainnya selama mahasiswa berada di lingkungan sekolah. Serta Untuk
melatih dan menanamkan rasa tanggung jawab dan mendidik jiwa serta keberanian
mahasiswa sebagai calon pendidik generasi bangsa.
1.3 Mamfaat
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL)
Adapun manfaat dilaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah
:
1.
Mamfaat Bagi Mahasiswa
Kegiatan PPL ini dapat menambah pengalaman mengajar, sehingga dapat
lebih mematangkan kemampuan mahasiswa dalam menerapkan, strategi-strategi
belajar dalam proses belajar mengajar .Disamping itu dapat menyusun dan membuat
perangkat pembelajaran secara benar.
2.
Mamfaat Bagi Sekolah
Sekolah dapat menemukan penyegaran serta ide-ide baru dalam proses
belajar mengajar baik system pengajarannya maupun tugas-tugas kependidikannya
di harapkan model-model pembelajaran yang baru-baru dapat di terapkan.
3. Mamfaat Bagi Lembaga
Bagi Universitas atau kampus
kegiatan PPL ini dapat menciptakan mahasiswa atau calon guru yang berdedikasi
tinggi terhadap profesinya, menjunjung tinggi martabat profesinya serta
menciptakan mahasiswa Fkip calon guru yang mampu meningkatkan mutu pendidikan
di Indonesia.
Itulah beberapa mamfaat yang didapatkan dari Pelaksanaan
Praktik Pengalaman Lapangan
BAB II
GAMBARAN UMUM SEKOLAH
2.1 Sejarah
Sekolah
terlampir
2.2 Struktur
Organisasi
Sekolah merupakan sebuah lembaga
pendidikan yang memiliki oraganisasi untuk menjalankan visi dan misinya
sebagaimana halnya lembaga-lembaga yang lain. Dalam menjalankan tugas dan
fungsinya, SMA Negeri 1 Peusangan Siblah Krueng memiliki sturuktur organisasi
yang didalamnya melibatkan seluruh guru dan staf yang ada di sekolah tersebut.
Sehingga dalam pelaksanaan program-programnya menjadikan generasi bangsa yang
berkualitas dan berakhlakul karimah dapat terlaksana sebagaimana diharapkan.
Struktur organisasi di SMA
Negeri 1 Peusangan Siblah Krueng, terdiri dari Komite sekolah yang
dibawahi oleh Djamaluddin. Tz, sedangkan kepala sekolah dipimpin oleh Bapak Drs. Jamaluddin, yang membawahi tata usaha Ibu Murniati S.Pd. Nurwadi,
S. Pd sebagai pengurus Wakasek Humas, dibidang Wakasek Urkur diketuai oleh Iswadi, S.Pd, yang membawahi Wakasek Ursis Fadhil, S.Pd, yang membawahi Wakasek Sarpras Zulfikriadi, S.Pd, yang menjabat sebagai Koordinasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Basyir, S.Pd. Koordinasi Bimbingan Konseling dibawahi oleh Hadianur, S.Pdi. Koordinasi Laboratorium di ketuai oleh Jalinar, M.Pd. Perpustakaan berada di bawah kontrol Fikri, S.Pd. Tenaga pengajar dibawahi oleh guru dan
sebagai pelajar adalah siswa.
Untuk lebih jelasnya tentang
struktur organisasi SMA Negeri 1 Peusangan Siblah Kreung bisa di lihat pada
lampiran daftar gambar 2.2.
2.3 Keadaan
Fisik Sekolah
Keadaan fisik SMA Negeri 1 Peusangan Siblah Krueng terletak di posisi yang sangat strategis berada
tepat di jalan Tgk. Chiek Awee Geutah Km. 6 Lueng Daenun, Kecamatan Peusangan
Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, yang menempati tanah seluas ± 12.000 m2,
memiliki jumlah ruang kelas yang terpakai 9 ruang
belajar. Dengan rata- rata ruang belajar berukuran 9 x 10
m2 perkelas. Ruang perpustakaan 1 ruang 177,12 m2. WC guru 0,6 m2.
WC murid 0,9 m2. Papan nama instansi 0,3 m2 .
1.
Denah
Pada bagian denah SMA Negeri 1 Peusangan Siblah
Krueng secara lebih rinci dapat dilihat pada lembar lampiran yang digambarkan
dengan jelas.
2.
Bangunan
SMA Negeri 1 Peusangan Siblah Krueng terdiri dari ruang kepala sekolah,
ruang guru, ruang tata usaha, ruang laboratorium dan ruang-ruang lainnya yang
mendukung berjalannya kegiatan belajar mengajar. Adapun perinciannya terdapat
dalam tabel berikut :
Tabel 2.1 Daftar Keadaan Ruangan
|
No
|
Jenis Bangunan
|
Ukuran
|
Jumlah
|
|
1
|
Ruang Kelas
|
90 m2
|
9
|
|
2
|
Ruang Kepala Sekolah
|
49 m2
|
1
|
|
3
|
Ruang Guru
|
90 m2
|
1
|
|
4
|
Ruang Tata Usaha
|
63 m2
|
1
|
|
5
|
Ruang Laboratorium Biologi
|
150 m2
|
1
|
|
6
|
Ruang Laboratorium Kimia
|
150 m2
|
1
|
|
7
|
Ruang Pustaka
|
56 m2
|
1
|
|
8
|
WC Guru
|
4 m2
|
1
|
|
9
|
WC Siswa
|
4 m2
|
1
|
2.4 Keadaan
Lingkungan Sekolah
Keadaan lingkungan sekolah di SMA
Negeri 1 Peusangan Siblah Krueng meliputi keadaan guru dan siswa serta interaksi
sosial di dalamnya. Jumlah guru PNS di SMA Negeri 1 Peusangan Siblah Krueng
berjumlah 21 orang, guru Non PNS SMA di Negeri 1 Peusangan Siblah Krueng
berjumlah 22 orang dan jumlah pegawai tidak tetap berjumlah 2 orang , kemudian
bagian perpustakaan 4 orang dan 2 orang pesuruh kebersihan di SMA Negeri 1
Peusangan Siblah Krueng. Untuk lebih jelasnya bisa di lihat pada tabel berikut
:
Tabel 2.2 Daftar Keadaan Guru
|
No
|
Guru
|
Laki
|
Perempuan
|
Jumlah
|
|
1
|
Pendidikan Agama
|
1
|
6
|
7
|
|
2
|
PPKN
|
1
|
-
|
1
|
|
3
|
Bahasa Indonesia
|
-
|
3
|
3
|
|
4
|
Bahasa Inggris
|
1
|
3
|
4
|
|
5
|
Matematika
|
-
|
2
|
2
|
|
6
|
Fisika
|
2
|
3
|
5
|
|
7
|
Biologi
|
5
|
3
|
8
|
|
8
|
Kimia
|
-
|
2
|
2
|
|
9
|
Sejarah
|
1
|
-
|
1
|
|
10
|
Geografi
|
1
|
1
|
2
|
|
11
|
Ekonomi
|
1
|
5
|
6
|
|
12
|
Penjas
|
2
|
-
|
2
|
|
Jumlah
|
15
|
28
|
43
|
|
Jumlah seluruh siswa di SMA Negeri I Peusangan Siblah Krueng 194 siswa.
Kelas X berjumlah 61 siswa, kelas XI berjumlah 57
siswa dan kelas XII berjumlah 76 siswa. Untuk lebih jelas tentang keadaan siswa
bisa dilihat pada tabel berikut :
Tabel 2.3 Daftar Keadaan Siswa
|
No
|
Kelas
|
Banyaknya Murid
|
Jumlah
|
|
|
Laki-laki
|
Perempuan
|
|||
|
1
|
Kelas X IPA1
|
12
|
8
|
20
|
|
2
|
Kelas X IPA2
|
12
|
8
|
20
|
|
3
|
Kelas X IPS
|
17
|
4
|
21
|
|
4
|
Kelas XI IPA1
|
9
|
11
|
20
|
|
5
|
Kelas XI IPA2
|
10
|
9
|
19
|
|
6
|
Kelas XI IPS
|
6
|
12
|
18
|
|
7
|
Kelas XII IPA1
|
12
|
16
|
28
|
|
8
|
Kelas XII IPA2
|
11
|
12
|
23
|
|
9
|
Kelas XII IPS
|
11
|
14
|
25
|
|
Jumlah
|
100
|
94
|
194
|
|
Interaksi sosial di lingkungan
sekolah tercipta dengan baik dan
terbuka, kepala sekolah sering berkomunikasi dengan seluruh guru serta
staf untuk kelancaran belajar serta kelancaran administrasi
sekolah. Begitu pula hubungan guru dengan guru, semua saling menghormati keberadaan
masing-masing, karena memiliki kesamaan tugas dalam mendidik siswa.
Hubungan antara guru dan siswa juga terpelihara dengan baik, guru selalu menjadi panutan
bagi siswanya, begitu juga hubungan antar siswa dengan siswa yang lain sangat
baik sehingga tercipta suasana yang akrab dan kekeluargaan.
Sekolah juga memiliki tata tertib untuk siswa maupun
guru dan pegawai yang harus dipatuhi agar terciptanya kedisiplinan demi
kelancaran dalam proses belajar.
2.5 Fasilitas
Sekolah
SMA Negeri 1 Peusangan Siblah Krueng memiliki fasilitas-fasilitas sekolah untuk kelancaran dalam
pembelajarannya. Fasilitas yang
tersedia di SMA Negeri
1 Peusangan Siblah Krueng cukup
memadai. Hal ini terlihat dari persediaan ruang belajar yang cukup, persediaan
meja dan kursi cukup dan persedian fasilitas belajar lainnya juga sudah cukup.
SMA Negeri 1 Peusangan Siblah Krueng memiliki fasilitas sebagai
berikut.
a. Ruang Kelas
b. Ruang Kepala Sekolah
c. Ruang Guru
d. Ruang Tata Usaha
e. Ruang Laboratorium Biologi
f. Ruang
Laboratorium Kimia
g. Ruang Pustaka
h. WC Guru
i.
WC Siswa
j.
Lapangan Bola
Kaki
k. Lapangan Bola Volly
l.
Kantin
Sekolah
2.6 Fasilitas
Belajar
Fasilitas belajar yang
disediakan di Sekolah ini bisa dikatakan masih sangat kurang, terutama buku.
Baik itu buku-buku paket, maupun buku-buku
penunjang pengetahuan lainnya. Oleh karena
kurangnya buku-buku paket, siswa tidak dibenarkan membawa pulang buku-buku
tersebut, mereka hanya meminjam saat proses pembelajaran berlangsung. Tetapi
fasilitas belajar lainnya bisa dikatakan cukup. Meskipun Fasilitas dan sarana
sekolah masih ada yang kurang, akan tetapi minat siswa untuk belajar sangat tinggi.
Berikut tabel peminjaman buku di SMA
Negeri 1 Peusangan Siblah Krueng :
Tabel 2.4 Daftar Peminjaman Buku

2.7 Kurikulum
Sekolah
SMA
Negeri 1 Peusangan Siblah Krueng menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP). KTSP adalah kurikulum operasional pendidikan yang di susun
dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. Pada prinsipnya, KTSP
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Standar Isi (SI), namun
pengembangannya di serahkan kepada kepala sekolah agar sesuai dengan kebutuhan
sekolah itu sendiri. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan
pendidikan. Struktur dan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP),
kalender pendidikan dan silabus pembelajaran. Pelaksanaan KTSP memacu pada
Permendiknas No. 24 Tahun 2006 tentang pelaksanaan Standar Isi dan Standar
Kompetensi Lulusan (SKL).
KTSP
untuk pendidikan tingkat atas dikembangkan oleh sekolah dengan berpedoman pada
Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), serta panduan penyusunan
kurikulum yang diterbitkan oleh BSNP. Pengembangan KTSP berdasarkan prinsip,
bahwa peserta didik memiliki potensi sentral untuk mengembangkan potensinya
agar menjadi manusia yang beriman dan bertawakal kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
menjadi warga negara yang demokrasi serta bertanggung jawab.
2.8 Prestasi
Akademik
Berdasarkan
pengamatan penulis, prestasi yang diperoleh di Sekolah ini bisa dikatakan tidak
terlalu rendah untuk tingkat sekolah di Kecamatan.
1. Prestasi Kepala Sekolah
Kepala SMA Negeri 1 Peusangan Siblah Krueng
memiliki prestasi sertivikasi guru profesional.
2. Prestasi Guru
Guru-guru di SMA Negeri 1
Peusangan Siblah Krueng sudah menjalankan proses belajar mengajar dengan cukup
baik, apalagi sebagian guru-guru di SMA Negeri 1 Peusangan Siblah Krueng telah
lulus sertivikasi guru.
3. Prestasi Siswa
Siswa-siswa di sma negeri 1
peusangan siblah krueng telah meraih prestasi yang baik. Banyak perlombaan yang
telah di menangkan oleh siswa SMA negeri 1 peusangan siblah krueng, baik itu
tingkat kecamatan, kabupaten maupun tingkat provinsi. Ini dapat kita ketahui
dengan adanya piala-piala yang telah diraih oleh siswa-siswi SMA Negeri 1
Peusangan Siblah Krueng. Yang piala tersebut sekarang berada di kantor dewan
guru SMA Negeri 1 Peusangan Siblah Krueng.
BAB III
HASIL TEMUAN PPL DAN PEMBAHASAN
3.1 Hasil
Temuan Dalam PPL
Selama penulis melakukan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), penulis melakukan
observasi dan menemukan berbagai temuan, diantaranya :
1)
Dalam Kegiatan Pembelajaran
Dalam kegiatan mengajar terbimbing, guru PPL pertama-tama
diberikan arahan oleh guru pamong sebelum mengajar di kelas dengan terlebih
dahulu menyiapkan langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang dirangkum dalam
RPP mulai dari kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir.
Kegiatan awal selama pelaksanaan pelatihan terbimbing,
guru PPL diberikan arahan dengan cara diberikan contoh cara mengajar oleh guru
pamong masing-masing bidang studi.
Pada kegiatan awal guru membuka pelajaran dengan:
-
Mengucapkan salam
-
Tanya
jawab/menyapa terkait dengan kondisi siswa.
-
Guru
bertanya kepada murid mengenai pelajaran yang telah dipelajari (evaluasi)
-
Guru
bertanya tentang peristiwa, atau suatu keadaan yang menyangkut dan berhubungan dengan materi yang akan dipelajari dengan tujuan membangkitkan
ingatan, imajinasi, pengalaman dan pikiran agar mampu mengantarkan siswa memasuki topik yang akan
dipelajari.
Pada kegiatan inti guru
menyajikan materi pelajaran dengan cara:
- Membahas dan menjelaskan materi pembelajaran sesuai dengan materi pokok pembahasan pada pembelajaran Fisika,
misalnya pada materi Hukum Newton tentang gravitasi.
- Baik dengan metode ceramah, diskusi, dan kelompok
Kegiatan Akhir
- Guru mengakhiri proses belajar mengajar den mengarahkan siswa agar
mengulang dirumah serta memberikan tugas (jika diperlukan).
2) Dalam
Kegiatan Non Pembelajaran
Dalam melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) guru PPL juga
melakukan kegiatan non mengajar baik itu tugas dari sekolah maupun atas
inisiatif guru PPL itu sendiri, seperti:
-
Mahasiwa mengikuti rapat
bersama dengan guru, jika diperlukan.
-
Membantu menyiapkan
perlengkapan-perlengkapan administrasi sekolah
-
Membantu guru-guru mengelola
perpustakaan dalam menyiapkan atau membenahi buku-buku.
-
Membantu
guru-guru pada saat piket.
-
Ikut
berpartisipasi dalam membersihkan lingkungan sekolah, baik itu Jum'at bersih
maupun bersih-bersih lingkungan sebelum ujian
-
Membantu
guru-guru mempersiapkan perlengkapan upacara
-
Ikut
berpartisipasi dalam kunjungan sosial bersama guru.
-
Ikut membantu dewan guru dalam
acara pembagian rapor diakhir semester.
3.2 Pembahasan
Dalam melaksanakan Praktik Pengalaman
Lapangan (PPL), guru PPL melakukan observasi untuk menemukan hasil temuan dalam
kegiatan belajar mengajar baik pada saat mengajar terbimbing dan mengajar
mandiri. Adapun hasil-hasil temuan tersebut ada yang
baik dan ada yang kurang baik, yang kurang baik ini yang menjadi problem dalam
mengajari sehingga perlu adanya pemecahan masalah agar tujuan proses belajar
bisa tercapai. Berikut ini hasil temuan yang bersifat baik (positif)
diantaranya adalah:
-
Siswa yang rajin belajar
-
Siswa yang kreatif
-
Siswa yang aktif
-
Siswa yang terampil bertanya
-
Siswa yang pandai
-
Siswa yang memiliki
motivasi/minat yang kuat dari dalam dirinya.
-
Siswa yang sopan
-
Siswa yang inovatif
Adapun hasil temuan dalam mengajar yang kurang baik
(negatif), yang menjadi problem dalam belajar mengajar adalah:
- Siswa yang mencari perhatian dengan cara – cara yang kurang menyenangkan.
- Siswa Yang kurang fokus terhadap belajar
3.3 Analisa
Kasus Dan Pemecahan
Dari hasil-hasil temuan yang
bersifat positif ada pula hasil temuan yang bersifat negatif yang menjadi
problem dalam proses belajar mengajar sehingga perlu adanya tindakan alternatif
untuk memecahkannya.
Dari temuan penulis selaku
guru PPL ditemukan 2 kasus siswa bermasalah, yaitu:
1. Siswa yang mencari perhatian dengan cara – cara yang kurang
menyenangkan.
2. Siswa yang kurang fokus terhadap belajar
Dari kedua kasus ini guru
melakukan rencana tindakan yang akan dilakukan agar menemukan alternatif
pemecahannya, berikut rencana tindakan yang ditempuh guru untuk menemukan jalan
pemecahan kasus siswa bermasalah tersebut:
-
Menanyakan alasan siswa
melakukan perbuatan tersebut, misalnya:
·
Ananda ingin diperhatikan lebih
ya, sama ibuk?
·
Apa penyebab ananda kurang
focus dengan belajar?
-
Menanyakan kegiatan yang
disukai oleh siswa di sekolah, dan apa
saja yang tidak disukai.
-
Memposisikan diri sebagai teman
siswa di luar kegiatan belajar mengajar syang formal.
-
Mendengar segala keluhan siswa terhadap
kesulitan belajar den permasalahan-permasalahan yang mereka hadapi.
-
Memberikan dorongan moril
ketika melakukan kegiatan belajar menagajar.
-
Mengajak siswa berdiskusi
seputar permasalahan yang membuat mereka jenuh terhadap belajar
-
Guru menyadari inti
permasalahan bukan dari siswa saja tetapi juga dari pihak guru, yang harus
cepat disadari dan ditindaklanjuti. Maka dari itu guru harus mampu menyesuaikan
diri dan terus berinovasi agar bisa mengatasi permasalahan yang dialami oleh
peserta didik.
-
Guru berbincang-bincang dengan
siswa di sela-sela istirahat dengan mengajukan pertanyaan – pertanyaan yang
menyenangkan sambil bercanda dengan siswa.
Dengan dilakukannya rencana tindakan yang menjurus
kepada pemecahan masalah, maka guru PPL akan melaksaankan tindakan-tindakan
alternatif sebagai jalan pemecahan masalah dari kasus siswa bermasalah
tersebut, diantaranya sebagai berikut :
1.
Memberikan contoh kepada siswa
tentang sesuatu yang ia ingin lakukan.
2.
Menjaga harga diri siswa di
kelas agar siswa mau mengahargai dan menghormati seorang guru.
3.
Berbicara dari hati ke hati
ketika marah atau kesal dengan siswa.
4.
Berbagi senyum tulus pada semua
siswa. Denagan demikian akan membuat siswa yang dicap sebagai anak yang
‘bermasalah’ akan luntur dan akan menyukai gurunya jika di berikan secercah senyum
5.
Memotivasi siswa dengan cara
memotivasi yang dapat membangkitkan semangat mereka bukan dengan menyindir.
6.
Menggunakan humor pada tempat
dan saat yang tepat.
7.
Penyabar dan menganggap semua
siswa sedang berproses.
8.
Menghindari meneruskan warisan
guru lain dengan melanjutkan cap yang sudah diterima oleh siswa tertentu.
9.
Menasehati
siswa bahwa mencari perhatian dari guru sebaiknya dengan cara yang baik agar
tidak mengganggu proses belajar mengajar, misalnya dengan rajin belajar dan
terampil bertanya, ataupun memberi komentar.
10.
Membagi
waktu antarabercanda agar proses belajar mengajar tidak kaku, sehingga suasana
jadi menyenangkan dan gembira karena guru yang humoris dan saat belajar yang
serius dan fokus.
11.
Menyelingi
pelajaran dengan bercerita yang berhubungan dengan pelajaran yang diajarkan.
Misalnya temuan – temuan terbaru di bidang fisika, dan lain – lain.
12.
Menggunakan
metode yang efektif sehigga tercipta suasana belajar yang mandiri, bermotivasi
dan menyenangkan.
13.
Bersikap
tegas (bukan keras) dan cerdas sehingga mampu menjadi teladan bagi siswa agar
siswa dapat menghormatinya.
14.
Mendekati
setiap siswa terutama siswa bermasalah agar mereka merasa diperhatikan dan
diakui keberadaannya.
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Praktik pengalaman lapangan adalah salah satu syarat
yang wajib dipenuhi oleh setiap mahasiswa untuk memenuhi persyaratan dalam
meraih gelar sarjana. PPL bertujuan
untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa yang nantinya akan menjadi guru agar
mampu menyesuaikan antara teori dan praktik yang diperoleh dikampus dan
dilapangan. Juga sebagai bentuk pelatihan dalam mempraktikkan keterampilan
mahasiswa dalam mengajar untuk bekal ketika menjadi seorang tenaga pengajar.
Dalam melaksanakan PPL, guru PPL akan menemukan
hasil-hasil temuan dalam mengajar baik terbimbing maupun mandiri, seperti
penemuan kasus siswa yang bermasalah. Dengan adanya kasus tersebut, maka guru
harus mampu menemukan langkah-langkah
pemecahan masalah dan menemukan tindakan-tindakan yang dapat mengatasi
permasalahan tersebut, misalnya :
v Penyabar dan menganggap semua siswa sedang berproses.
v
Menghindari meneruskan warisan
guru lain dengan melanjutkan cap yang sudah diterima oleh siswa tertentu.
v
Menasehati
siswa bahwa mencari perhatian dari guru sebaiknya dengan cara yang baik agar
tidak mengganggu proses belajar mengajar, misalnya dengan rajin belajar dan
terampil bertanya, ataupun memberi komentar.
v
Membagi
waktu antarabercanda agar proses belajar mengajar tidak kaku, sehingga suasana
jadi menyenangkan dan gembira karena guru yang humoris dan saat belajar yang
serius dan fokus.
v
Menyelingi
pelajaran dengan bercerita yang berhubungan dengan pelajaran yang diajarkan.
Misalnya temuan – temuan terbaru di bidang fisika, dan lain – lain.
4.2 Saran-Saran
Dari berbagai pembahasan mengenai Praktik Pengalaman
Lapangan yang penulis alami ketika
melaksanakan PPL, penulis masih menemukan kekurangan-kekurangan dalam
penyelenggaraan Praktik Pengalaman lapangan, baik dari lembaga sekolah yang
dituju dan mahasiswa yang melaksanakan PPL. Maka dari itu penulis menyarankan
agar semua pihak yang terkait baik itu UPT, Mahasiswa, dosen pembimbing, guru
pamong dan kepala sekolah untuk menjalin kerjasama yang lebih baik lagi agar
tercapainya kesamaan persepsi demi terciptanya kualitas pelaksanaan PPL yang
lebih baik untuk masa yang akan datang dan mampu meningkatkan profesionalisme
mahasiswa sebagai calon guru.
Penulis juga sangat berharap agar kualitas mahasiswa
yang diluluskan untuk melaksanakan PPL lebih ditingkatkan, baik dari segi ilmu
bidang studinya maupun ilmu psikologi
yang harus mampu dikuasai oleh seorang calon guru agar mampu menghadapi peserta
didik dengan sabar. Sehingga guru tidak
menganggap bahwa peserta didik yang kurang fokus belajar adalah anak –
anak bandel dan bodoh yang tidak mau
belajar.
DAFTAR PUSTAKA
Tim Penyusun . 2013. Buku Panduan
Penulisan Laporan Pelaksanaan Kegiatan Praktik Lapangan (PPL). Bireuen: UMUSLIM

EmoticonEmoticon